Lentera Praditya Ganapatih – Dalam rangka mendukung agenda nasional pengendalian perubahan iklim serta penguatan pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir dan laut, Bimbingan Teknis (Bimtek) Karbon Biru dan Pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir menjadi salah satu kegiatan strategis yang penting diikuti oleh Aparatur Pemerintah Daerah (APD), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Karbon biru (blue carbon) merupakan karbon yang diserap dan disimpan oleh ekosistem pesisir dan laut, seperti hutan mangrove, padang lamun, dan rawa payau. Ekosistem ini memiliki peran signifikan dalam mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon dalam jangka panjang, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Urgensi Bimbingan Teknis Karbon Biru bagi Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah memegang peranan penting dalam pengelolaan wilayah pesisir dan kawasan konservasi. Namun, masih diperlukan peningkatan kapasitas aparatur dalam memahami konsep karbon biru, kebijakan nasional dan global, serta mekanisme pengelolaan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, aparatur pemerintah daerah dibekali pemahaman komprehensif mengenai:
- Konsep dasar dan potensi karbon biru di Indonesia
- Peran ekosistem mangrove, lamun, dan rawa payau dalam mitigasi perubahan iklim
- Keterkaitan karbon biru dengan pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC)
- Strategi perlindungan dan rehabilitasi ekosistem pesisir
- Integrasi karbon biru dalam perencanaan pembangunan daerah dan dokumen perencanaan seperti RPJMD dan RKPD
Baca juga: Usulan Bimbingan Teknis Terbaru untuk Dinas Perikanan Seluruh Indonesia Tahun 2026

Penguatan Pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir dan Laut
Selain aspek karbon biru, bimtek ini juga menitikberatkan pada pengelolaan kawasan konservasi pesisir dan laut sebagai instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Aparatur daerah didorong untuk memahami tata kelola kawasan konservasi yang efektif, mulai dari perencanaan zonasi, pengawasan, hingga pelibatan masyarakat lokal.
Kawasan konservasi yang dikelola dengan baik tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga sebagai penyimpan karbon alami yang bernilai tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan konservasi dan pengelolaan karbon biru menjadi pendekatan yang sangat relevan bagi pemerintah daerah saat ini.
Materi dan Metode Pelaksanaan Bimtek
Bimbingan teknis ini dirancang secara aplikatif dan berbasis kebutuhan daerah, dengan materi antara lain:
- Kebijakan dan regulasi pengelolaan karbon biru dan kawasan konservasi
- Teknik identifikasi dan pemetaan potensi karbon biru di daerah
- Studi kasus praktik baik pengelolaan mangrove dan lamun
- Skema pendanaan dan peluang ekonomi karbon biru
- Peran pemerintah daerah dalam kolaborasi lintas sektor
Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi oleh narasumber berkompeten, diskusi interaktif, serta penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang dapat diimplementasikan di daerah masing-masing.
Baca juga: Jadwal Terbaru Pelatihan dan Sertifikasi PBJP Level 1 Tahun 2026 Bulan Januari.
Manfaat bagi Aparatur Pemerintah Daerah
Melalui bimtek ini, aparatur pemerintah daerah diharapkan mampu:
- Meningkatkan kapasitas teknis dan kebijakan terkait karbon biru
- Menyusun program dan kegiatan daerah berbasis konservasi dan mitigasi perubahan iklim
- Memperkuat perlindungan kawasan pesisir dan laut
- Mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau di daerah
Penutup
Bimbingan Teknis Karbon Biru dan Pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir merupakan langkah nyata dalam memperkuat peran pemerintah daerah sebagai garda terdepan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. Dengan peningkatan kompetensi aparatur, diharapkan kebijakan dan program daerah dapat lebih responsif terhadap tantangan perubahan iklim sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi investasi penting dalam mewujudkan tata kelola wilayah pesisir yang berkelanjutan, berketahanan iklim, dan berorientasi pada masa depan.
